Teringat kejadian setahun yang lalu, pas masih di semester empat. Pas
itu kita setutorial lagi acara jalan2 naik sebuah travel mobil APV, ke
wonogiri dalam rangka menghilangkan penat pasca selseinya perkuliahan
dan ujian semester empat. Ke suatu pantai di Wonogiri yang memang
eksotis banget. Bener2 bisa have fun bareng temen, teriak2 di pantai
melepaskan kepenatan kuliah yg subhanallah bangett....:D, puass maen2
pasir, maen aer, naek bukit melihat luasnya samudra selatan.Karena
disana tempatnya memang benar2 terpencil sampai2 matahari tenggelem kita
belum mendengar suara adzan, padahal aku yakin sudah saatnya masuk
maghrib akhirnya aku putuskan saja menjamaa'. Karena hari semakin gelap
dan engga ada saluran listrik yang menyala di sekitar situ buru2 kita
meninggalkan tempat itu.
i mobil, menyaksikan apa yg telah terjadi. Innalillahi wainna ilaihi raaji'un....Kakek yg bersepada tadi terkapar tak berdaya bersama sepeda onthelnya tepat di depan mobil kami. Kepalanya berlumuran darah. Ya Allah...engga tepa kami melihatnya..
1 hal yang kontradiktif saat itu adalah,

