Jumat, 03 Juni 2011

Cerita Mahasiswa Negeri Seberang (part 2)

Repost seko pesbuk (June, 2nd 2011)

Ada beberapa hal yang menurut temenku dari Thailand itu berbeda, melihat dari kebiasaan masyarakat hingga kebudayaan yang ada di Thailand dan Indonesia, ofcourse tiap2 wilayah punya ciri khas masing2. Beberapa hal itu antara lain :

a. Segi Makanan

Tuh kan makanan lagi...hahaa:), bahasa kerennya makanan kalu di Thailad itu 'haam tamkinn', (sa'elingku kui). Ketika ditanya di thailand itu makannya apa? mereka menjawab ikan (seafood). Jadi kalu di Thailand itu mereka lebih sering makan pake ikan. Kalu nasi sih sama2 nasi, tapi kalu lauknya berbeda. Di Thailand lauknya itu lebih didominasi oleh ikan, berbeda dengan Indonesia yang lauknya lebih didominasi oleh sayuran, sehingga mereka musti nyari2 gitu katanya .."lho mana ini ikannya..??". Kesegaran ikannya juga berbeda, di Thailands ikannya lebih segar dibanding ikan di Solo, mungkin karena Solo jauh dari laut po yaa...hehee...

b. Segi Suhu

Ternyata Indonesia lebih panas dibanding Thailand. Iya sihh secara wilayahnya memang Indonesia aja dilewati garis khatulistiwa sehingga mungkin salah satu efeknya suhu panas.Apalagi di Solo,,puaanasss bangettt!! tapi anginnya di Asrama semilirr di lantai 2, kalu di lantai atasnya agak kenceng, semakin ke ats semakin kencang tiupannya, more over di lantai 5, dulu aku pernah dapet lantai 5, kalu malam itu pintunya sering bunyi, suaranya kaya seruling. Soale kan pintu kamar yang belakang itu kan kalu malam musti ditutup (nek ugag bakalan masuk angin), kan masih ada celah itu di bagian bawah, nah anginnya lewwat situ. Ada teori yang kalu udara melewati sebuah lobang yang kecil dengan kecepatan yang besar ia akan menghasilkan sebuah suara, sama seperti kasus seruling atau kasus Kelainan respirasi kasus obstruksi, pasien juga bakal kedengeran menginya.

c. Segi pergaulan

Subhanallah...semakin berat cobaanya biasanya seorang mu'min itu akan semakin taat. Ini aku bandingkan antara di Inodnesia dan Thailand. Mu'min Indonesia sebenarnya kurang bersyukur apa sihh, wong ya di negaranya itu penduduknya mayoritas beragama islam, kenapa berjilbab sajja masih enggan. Kalu di Thailand itu islam adalah negara minoritas tapi pelaksanaan syariat benar-benar diterapkan, ambil contoh saja dalam berpakaian. Temenku Thailand itu bahkan pernah bilang "Orang yang sholat itu ya wajib berjilbab (perempuan)!!" begitu katanya saat kaget melihat ada seorang perempuan Indonesia yang memakai rok mini yg melaksanakan ibadah sholat, muslimah macam apa itu? kira2 masih adakah yang menghalangi dia untuk berjilbab?? apa ada larangan di Indonesia untuk memakai jilbab?? apakah mereka tidak mampu membeli jilbab? apakah mereka masih ragu dengan apa yang diajarkan dalam Al-Qur'an? Fabiayyi aalaa i Robbikumaaa tukadzdzibann????

Di asrama inipun kami sering dibanding2kan oleh ustadz kami. Kata beliau, contohlah mahasiswi Thailand dalam berbusana, mereka jauh lebih sopan. Mahasiswi Indonesia di asrama ini masih sering ada yang memakai celana pensil, pakaian ketat dll.

Ada satu hal lagi tentang pergaulan, yang saat ini di Indonesia mgkn malah dibilang kolot tapi disana (Thailand) masih dijunjung tinggi karena masuk dalam nilai etik, yaitu pergaulan lawan jenis. Di negeri Thailand pergaulan lawan jenis non mahram itu benar-benar djaga, menjadi sesuatu yang memalukan jika ada yang ber ikhtilat maupun b'khalwat. Sekolahpun mereka dipisah antara laki-laki dan perempuan. Itu khidupan mereka dulu saat masih di thailand.

Namun amat disayangkan, mungkin temen2 akan heran saat melihat anak-anak thailand yang sudah lama tiggal di indonesia, mereka sekarang sudah berani 'jalan bareng' dengan lawan jenis meski hanya berduaan. Kemudian timbul pertanyaan......Apakah itu karena mereka sudah terkontaminasi budaya Indonesia yang katanya mayoritas penduduknya mu'min???

*(dikatakan mu'min karena kebanyakan hanya beriman/meyakini adanya Alloh SWT dan Muhammad SAW adalah utusanNYA, tanpa melakukan rukun islamnya, tidak sholat, tidak puasa, tidak berzakat, jadi hanya bersyahadat saja)........

Mari kita renungkan bersama...

Oh iya ada satu lagi....anak Thailand katanya takud saat berkendara di jalan raya, soalnya disini banyak motor, rame...dan gag aturan....hohooo...

uda itu ajj dulu yaa ceritanya...:)

Cerita Mahasiswa Negeri Seberang (part 1)

Repost seko facebook (June, 1st 2011)

Senang rasanya bisa berbagi cerita dengan anak sebelah. Mereka mahasiswa dari negeri sbelah, negeri yang terkenal dengan Muay Thai, sejenis seni bela diri kickboxing ala Kerajaan Thai.

Ya, Thailand..! Meskipun tidak berbatasan langsung dengan negara Indonesia, tapi secara face dan perawakan mereka mirip sekali dengan orang Indonesia. Universitasku (teepatnya sih dari PP Muhammadiyah) saat ini sedang mengadakan kerjasama dengan negara Thailand dalam hal pendidikan, yaitu memberikan beasiswa kepada pemuda/i Thailand untuk bisa kuliah atau mengenyam pendidikan khususnya di Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Disini, di asrama ini ada sekitar puluhan mahasiswa Thailand, mulai dari angkatan 2009 samapi 2011 yang baru datang sekitar 1 bulanan yang lalu. Kesemuanya tersebar di berbagai fakultas di UMS, di fakultasku pun juga ada. Di asrama ini akupun tinggal bertetanggaan dengan mereka, jadi kami pun sering melakukan interaksi, mulai dari sekedar 'say hello' sampai mungkin berangkat ke kampus bersama.

Serasa ikut program pertukaran mahasiswa (iki lagi terobsesi bgt ikut pertukaran mahasiswa..hohoo), kita bisa tukar pengalaman, bisa sharing bersama mempelajari antar budaya dll. Yahh...serasa jadi peserta pertukaran mahasiswa, hanya saja mungkin ini pas fase negeri sendiri..hehehe.

Berbeda negara/wilayah maka berbeda pula kebudayaan. Begitu pula saat tadi ba'da maghrib pas sesi 'speaking' (jadi kalu di asrama sini setiap habis maghrib sampai 'isya itu jadwalnya buad speaking, we disscuse in english). Berhubung tadi dapet anak-anak Thailand yang baru jadinya tadi kita belajar not only english but we talk in three different language, thai, indonesia and english.

Semakin kaya ini perbendaharaanya vocabullariesnya...hehee..tapi payah banget hanya satu kata yang masih aku inget, yaitu kata 'makanan' we say it in thai by 'haan tamkiin' -palingno...lali aku :)

Susah payah memadukan 3 bahasa, gimana kita bisa memahami bahasa satu sama lain. Kalu indonesia disini understand more in english, tapi mereka, anak thai yang baru musti belajar banyak bahasa nggris, yang katanya bahasa internasional. Kalu anak thai yang lama mereka sudah cukup mengenal bahasa indonesia, karena mereka sudah 1-2 tahun tinggal di Indonesia. Tapi kalu anak thai yang baru mereka hanya masih belum lancar bahasa inggris dan bahasa indonesianya. Coba bayangkan, 9 orang dari 2 negara berbeda harus melakukan sebuah diskusi yang mana mereka (anak thai) belum mengerti bahasa kami (indonesia maupun inggris) dan kamipun apalagi, mana tau bahasa thailand..hahaa....banyak gokilnya dehh!! hahahaaa....*ngakak terus kita tadi

Susah payah menyeragamkan bahasa, akhirnya kta bisa nyambung juga cerita. Mereka bercerita banyak tentang budaya maupun kehidupan yang ada di thailand. Ada beberapa perbedaan yang ada, dan mereka pun harus berusaha menyesuaikan diri untuk itu. Nanti aku ceritakan lagi apa saja perbedaanya...aku ada jadwal english course malam ini.

bye...nice to have sisters from thailand, sisters in the same aqidah..:)

To be continue.....:)

-cinta dalam diam- (Part 1)

Repost from fb (21 April 2011)

"Bila belum siap melangkah lebih lanjut dg seseorang, cukup cintai dia dalam diam..



Karna diammu adalah bukti cintamu padanya. Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya. Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.Menghindarkan dirimu dari hal2 yang merusah izzah dan iffahmu. Karna diammu bukti kesetiaanmu padanya. Karna mungkin saja orang yang kau cintai adalah orang yang telah Alloh SWT pilihkan untukmu.

Masih ingat kan dengan kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib?? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan, tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci dan indah.

Jika dia memang bukan milikmu, toh nanti Alloh SWT melalui waktu, akan menghapus cinta dalam diammu itu dan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat.

Semua akan indah pada waktunya......" (08572976xxxx)

Semalem habis buka sms ini langsung senyum2 sendiri....(hehee..)

Bagusss...ini yang ingin aku ungkapkan pada mereka. Mereka yang sedang resah, mereka yang sedang dilanda VMJ, mereka yang sedang kasmaran, mereka yang sedang mengagumi seseorang, mereka yang sedang tertarik or ngefans ama sesorang, mereka yang uda kebelet tapi ugag brani, mereka yang sedang bingung 'akan diapakan cinta ini?'

Berawal dari banyaknya yang curhat tentang masalah klasik itu, dan parahnya....ternyata ada yg ditujukan ke aku?? (upz!! jadi ge-er, hehee..!)

Gara-garanya akhir2 ini sering dapet curhatan dari mereka, tapi kemudian begitu sulit untuk menjelaskan tentang prinsip hidup yang aku yakini. Tapi tulisan yang dikirim ke hapeku semalem (dari nomor yang tidak dikenal), menurutku cukup mewakili..ck.ck.ck...

Sekedar share saja.....siapa tau ada yang terpengaruh...hehee,

atau paling engga bisa sedikit memberi wacana tersendiri menyikapi fitrah terindah manusia yang wajib disyukuri itu.

^,^


“Bila Aku Jatuh Cinta”

Allahu Rabbi aku minta ijin..

Bila suatu saat aku jatuh cinta..

Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang..

Hingga membuat lalai akan adanya Engkau..

Allahu Rabbi aku punya pinta..

Bila suatu saat aku jatuh cinta..

Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas..

Biar rasaku pada-Mu tetap utuh..

Allahu Rabbi..

Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta..

Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu..

dan membuatku semakin mengagumi-Mu..

Allahu Rabbi..

Bila suatu saat aku jatuh hati..

Pertemukanlah kami..

Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu..

Allahu Rabbi..

Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati..

Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku..

Anugerahkanlah aku cinta-Mu..

Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu..

Amin....

Mengungkap Konspirasi Imunisasi dan Bahaya Vaksin


Repost fb (January, 18th 2011)

Setelah baca dari sebuah artikel, dari judulnya ajah aku jadi penasaran banget....

masa' iya ada konspirasi di balik suatu 'teori' yg aku pelajari dan aku percayai sebelumnya?? apakah berarti teori itu salah???

BLOK IMUNOLOGI baru smster 2 kmren...ckckckk....

kalu memang benar, berarti waktunya teori ini untuk dipatahkan..!! Layaknya teori Darwin yg sudah mulai lapuk termakan zaman, meskipun sampai saat ini masih ada juga yg percaya kalu dirinya adalah keturunan kera!! (yen aku sih emohh dibilang keturunan kera)

Vaksin....hmmmm

Banyak orang meng'imani' teori ini.....bahkan sampai hingga diwajibkan penggunaan vaksin. Hayo ngaku cpa yg pas bayi gag dapet vaksin...???

Yahh...antara percaya dan tidak..!! Coba tulisannya bisa disajikan dalam bentuk artikel ilmiah untuk kemudian disampaikan kepada lembaga yang kompeten, insya-allah akan lebih bermanfaat dan menghindarkan fitnah

penasaran???

Nih cuplikan artikelnya.....

(tapi sayang tidak mencantumkan sumber2'y, jadi musti banyak digali lagi....)

------------------------------------------------------

Imunisasi dan Konspirasi di dalamnya.

Jika kita merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional.

Kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya :

The UN’s WHO was established by the Rockefeller family’s foundation in 1948 – the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government’s National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation’s Public Health Service (PHS).

~ Dr. Leonard Horowitz dalam “WHO Issues H1N1 Swine Flu Propaganda”

Wah hebat sekali ya penguasaan mereka pada lembaga-lembaga strategis.

Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu campur tangan (Baca : konspirasi) Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam “New World Order” mereka.

Apa Kata Para Ilmuwan Tentang Vaksinasi?

“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.” ~ Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika

“Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.”

~ Dr. Richard Moskowitz, Harvard University

“Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.”

~ Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris

“Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum”.

~ dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional

“Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.”

~ Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962

“Sebelum vaksinasi besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.”

~ Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional

“Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.”

~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika

“Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.”

~ Dr. William Hay, dalam buku “Immunisation: The Reality behind the Myth”

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lebih lengkapnya buka link ini ajah....

Apa aja deh judulnya..^^


(Repost from fb)

haduhh kug jadi lupa mo ngomongin apah...!!

padahal di jalan tadi uda penuh nih cerebrum dengan luapan ide mo nulis semua sampe mo keluar di jalan. eehhh...gantian uda di depan keyboard ilang semua.....huft...

ohya....jadi inget pesen dosenku tadi pas saya sowan ke rumah bliau..."mbak ulfa...ayoo coba nulis buku..!!"

whattss..!!! BUKU..! ....gag kepikr mo nulis buku, tapi sepanjang jalan tadi otakku penuh dengan bayangan itu, nulis buku..! nulis buku..! nulis buku..! mungkin gag ya.?? yahh...suatu saat nanti ku akan mencoba!

gag tau kenapa ghirahku membaca masa2 kuliah ini kug semakin ilang, padahal dulu saya sering banget dan suka banget yang namanya membaca! jaman2 SMA...ya baca semua, malah dulu itu paling males baca pelajaran. Tapi sekarang malah kebalik, karna lebih sering baca Pelajaran mata kuliah. Bukan hobbi sih, tapi kwajiban tepatnya!!v rada sedikit maksa....alias mau gag mau. Efeknya untuk baca buku yang laen semakin maless....awalnya bukan karna males tapi karna mefetnya waktu....(hihihii..ngeless)

lhoh kug jsdi ngomongin membaca....?/ ya karna memang antara membaca dan menulis adalah dua hal yang gag bisa dipisahkan. Dua2nya merupakan alat untuk menikmati ilmu2NYA...

Pengen hobbi membaca lagi.....

gimana ya cara mengembalikan hobbi bacaku dulu..????

Jadi inget gerakan iqro'!!

BACABACABACABACABACA....!!! dan kau akan rasakan indahnya ilmu2NYA!!

Semakin banyak membaca akan semakin banyak ilmu, semakin banyak ilmu akan semakin merasa bodoh!! dan ketika ia merasa boodoh maka akan semakin giat lagi dia mencari tau tentang ketidaktahuannya...

semakin banyak tau,maka akan semakin menyadari bahwa ternyata semakin banyak ilmu2nYA di luar sana yang tidak kita miliki...

So...mari sama2 belajar.....membaca......menulis......!!!

“Katakanlah, kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula.” (QS. Al Kahfi: 109)

jadi inget ada seseorang yg pernah mengatakan bahwa -man qolla 'ilmuhu qolla hirotuhu wa katsuro inkaruhu- "semakin sedikit ilmu seseorang makan akan semakin sedikit bingungnya, tapi semakin banyak protesnya..!!"....apa maksudnya?? silahkan diartikan sendiri....

^,^

(afwan tulisan ghoiru mafhum alias gag jelas....sekedar pengen nulis ajah..!!)

Imtihan..Imtihan..


Repost from fb (9 Januari 2011)

Uraian kultum ustadz Mujazin maghrib tadi membawaku mengingat memori, kembali pada kenangan masa2 di ma'had dulu....


Coper, 2005

"Anak-anakku sekalian yang ibu sayangi, ibu cintai dan ibu bangga-banggakan...... hari ini kita sudah mulai memasuki masa-masa ujian, anak-anakku harus pandai-pandai memanfaatkan waktu ujian ini untuk lebih bersungguh dalam belajar agar sukses melewati ujian kali ini. Namun juga perlu anak-anakku ingat bahwa belajar bukan untuk ujian, tapi ujian untuk belajar!!!" begitulah kira-kira nasehat ibu pengasuh ma'had dalam membuka rentetan ujian akhir tahun ini.

Kata-kata penyemangat beliau kiranya mampu merasuki hati para santriwati, hingga akhirnyapun binar-binar semangat terpancar dari wajah-wajah tholibat, bersiap-siap fight dalam rangkaian ujian kali ini.

Ya sebuah rangkaian....jika dibandingkan sekolah-sekolah lain, mungkin dibilang lebih ribet. Bayangkan memadukan plajaran KMI dengan pelajaran Diknas ditambah lagi pelajaran dari DEPAG. Mungkin itulah hebatnya kami, pelajaran dari DEPAG pun yang ta'pernah diajarkan sesuai kurikulum berhasil kita lahap dalam waktu sehari, contoh saja pelajaran Fiqih DEPAG, mempelajari satu buku paket mungkin hanya semalam dengan cukup tau BABnya apa dan kamipun akan review kitab Fiqih wadhih yang udah kami dapat di KMI...hehee

Imtihan pun tak tanggung-tanggung, kadang sampai satu bulan penuh. Mulai ujian lisan mpe ujian tahriri......tapi perjuangan kala itu menorehkan banyak kenangan.

"Anak-anakku, ibu ingatkan ya nak...kalian buleh belajar dimana saja kalian mau asal masih di area pondok, tapi carilah tempat-tempat yang terang dan nyaman untuk belajar, tapi ndak usah neko-neko trus belajar di atas pagar misal..." nasehat beliau lagi saat imtihan datang. Tau gag apa yang mendasari beliau mengatakan nasehat seperti itu, kira-kira karena memang para santri itu pasti punya cara-cara unik dalam belajarnya. Saat musim ujian datang seantero ma'had pasti penuh dengan dengungan tawon ataupun bisa dipastikan sejauh mata memandang pasti akan bertemu dengan santriwati plus buku atau kitabnya. Depan masjid, depan kamar, depan syirkah, samping idaroh, di tangga2, di jalan-jalan bahkan di depan WC Kamar mandipun pasti ada santriwati dengan buku atau kitabnya, belajar sambil thobur....ahahaaaha.

Yang istimewa di musim ujian itu biasanya segala macam rutinitas ma'had yaumiah itu seakan dihentikan. mulai dari pramuka, pemberian mufrodat mpe kanisa na'al (eh iya gag sih...lupa-lupa inget, soale diriku paling benci yang namanya kanisa na'al...hahahhaa). Kalu malam datang, terkadang banyak santri yang belajar di depan kamar ditemani tumpukan-tumpukan buku, tidak lupa cemilan serta 'qohwah' nya, belajar sampai larut malam hingga tertidur di depan kamar menunggu sampai kena tegur bagian 'amn..hahaaa. Yang spesial itu karena pada musim ini sudah dipastikan masjid gak bakalan sepi, mulai subuh hingga subuh lagi masjid selalu ramai para 'abid yang mulai PDKT dg Sang Pamilik Ilmu.

"Ukhti, aqiminii sa'ah tsalitsah na'am...!!" kata temenku saat itu pada temen belajarnya yang lain saat mata sudah mulai mengantuk dan kasur telah digelar. "Ana aidon ukh, sa ata'alum qobla shubuh, lam akfi fi-hifdzi muthola'ah" pinta yang lain. Begitulah ritual saling membangunkan untuk tahajud dan belajar pagi antar santriwati, sudah dipastikan masjid bakal ramai malam-malam imtihan. Tapi sayang hanya malam imtihan saja, setelah imtihan slesai masjid sepi!!! amat disayangkan,tapi mungkin memang itulah manusia, terkadang hanya akan ingat Allah saat mereka membutuhkannya...Na'udzubillah.

"Anak-anakku, jadi yang paling penting dari semuanya adalah proses, ujian hanya sebagai cara untuk mengukur sejauh mana proses yang telah anak-anak jalani. Allah lebih menghargai proses daripada hanya sekedar hasil. Ibu ingatkan untuk anak-anakku sekalian agar senantiasa mengiringi setiap usaha dengan doa, ditingkatkan lagi ibadahnya, tahajudnya, dhuha juga, jangan hanya karna transgressor of language thok. Selanjutnya ibu ucapkan Selamat Berjuang anak-anakku, Ibu doakan semuga kalian mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat dan membawa banyak barokah. Allohummaj'alnaa minnannaajihat wal faaizat wal mumtazaat fii kulli imtihanina. Ma'annajah lakunna jami'an!!!" penutup nasehat beliau kala itu.

hmmm......

,,,,jadi kangend ma temen2 belajarku dulu....

meski hanya beberapa tahun disana, tpi uda memberikan banyak warna di hidupku...

Membangun kembali Segitiga Intelektual Melalui Komunitas Kajian Ilmiah

Repost seko FB (4 Mei 2011)

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantara qalam. Dia mengajarkan manusia apa-apa yang tidak diketahuinya.”(QS. Al-‘Alaq: 1-5)

IMM sebagai gerakan akademisi islam tidak bisa terlepas dari kegiatan intelektualitas yang menjadi salah satu ruhnya selain Religiusitas dan Humanitas. Segitiga Intelektualitas mustinya senantiasa dihidupkan dalam diri kader IMM. Pengaktifan kembali ruang-ruang diskusi sebagai aplikasi “Segitiga Intelektual” bisa menjadi titik awal kebangkitan intelektual IMM.

Membaca-Menulis-Diskusi (Segitiga Intelektual) merupakan proses pertukaran wacana yang semakin akan semakin mempercepat kematangan intelektual seorang kader. Beberapa gerakan intelektual yang pernah terbentuk khususnya di Jawa Tengah, antara lain Forum Diskusi “Lingkar Studi Peradaban” dan “Penaschool” yang sempat digagas oleh Kader IMM Surakarta,serta gerakan intelektual “Baret Merah” yang konsisten di jalankan PC IMM Sukoharjo.

Sudah saatnya kita dengungkan kembali "Segitiga Intelektual", sebuah aplikasi dari QS. Al-Alaq 1-5 sebagai gerakan intelektual IMM

Kajian Ilmiah sebagai Alternatif Penghidupan kembali "Segitiga Intelektualitas"

Menjadi aktifis kajian ilmiah merupakan pilihan (jangan menyempitkan makna 'kajian' lho ya...!!. Dalam KBBI yang dimaksud kajian adalah hasil mengkaji, yang mana mengkaji adalah belajar; mempelajari; memeriksa; menyelidiki; memikirkan, menguji, menelaah baik buruknya suatu perkara). Di antara beberapa pertimbangan memilih menjadi seorang aktifis kajian antara lain:

1. Setiap kegiatan yang dilakukan tentu membutuhkan alokasi waktu, tenaga dan pikiran. Menjadi seorang anggota kajian memang membutuhkan ketiga hal tersebut. Apalagi jika sudah masuk ke dalam sebuah sistem kajian yang menuntut banyak hal seperti makalah, ketepatan waktu dan pencarian maklumat. Namun apabila dibandingkan dengan input yang didapat. Mengorbankan tiga hal di atas seolah tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan banyak input yang masuk seperti ilmu dan pengalaman. Seorang aktifis kajian bukanlah seorang pekerja yang hanya diperas tenaganya kemudian mendapat ‘bayaran’ murah atas pengorbanannya. Pengorbanan seorang aktifis kajian adalah sebuah proses yang berat tapi mulia (seperti telaah literatur yang kadang tidak mudah didapat dan dikuasai, pengaturan waktu, juga diskusi yang kadang sampai terjadi perdebatan sengit dan kadang makan hati). Pengorbanan seorang aktifis kajian tidak mengarah kepada tujuan yang semu (kemenangan, kepuasan, atau hal lain yang semu) melainkan kepada sebuah tujuan mulia yaitu bertambahnya ilmu dan menajamkan intelektualitas.

2. Tuntutan membaca menjadi lebih banyak dengan bergabung menjadi aktifis kajian. Hal ini bukan menjadi beban, justru bisa menjadi penyemangat belajar. Terkadang membuka buku itu lebih ringan apabila ada tuntutan dan konsekuensi. Ingin menelaah “Kalender Hijriyah dalam al-Quran”, seorang aktifis kajian tertuntut untuk membuka kembali kitab-kitab tafsir para ulama mulai dari al-Thabari, Ibnu Katsir, al-Razi, sampai Syekh Sya’rawi dan Zaghlul al-Najjar yang ternyata sangat kaya dan tidak menutup mata dengan sains. Juga buku-buku ilmu falak seperti “al-Taqwîm”-nya Muhammad Fayyadh dan “al-Tauqît wa al-Taqwîm”-nya Prof. DR. Ali Hasan. Menurut pembacaan saya wacana yang berkembang di kalangan kader IMM Surakarta khususnya lebih pada pemikiran barat. It's OK, but untuk keseimbangan hendaknya kita tidak hanya membahas tentang pemikiran-pemikiran tokoh barat tapi juga harus diimbangi dengan pemikiran tokoh-tokoh islam.

3. Dalam kajian, seorang aktifis dituntut untuk banyak membaca dan berkarya. Apabila melihat ke berbagai kajian mahasiswa Muhammadiyah yang ada di Mesir, semua terbilang produktif melahirkan buku atau jurnal. Sangat bangga melihat komunitas kader Muhammadiyah yang ada di Mesir ini. Apalagi jika komunitas seperti itu bisa tumbuh di Surakarta ini. Dari Komunitas Diskusi bisa melahirkan Buku atau jurnal. Bukanlah bisa lebih bangga lagi apabila salah satu buku atau jurnal itu merupakan karya kita sendiri? Tentu sangat menyenangkan apabila berhasil menyumbangkan sesuatu untuk peradaban Islam seperti menulis “Orientalisme dan Distorsi Otentisitas Ajaran Islam” yang berisi cara pandang orientalis terhadap ajaran Islam seperti Bernard Lewis dalam penulisan sejarah Islam, Joseph Schacht dan distorsi orisinalitas hukum Islam, juga T.J de Boer dalam otentisitas filsafat Islam, dan lain-lain. Sehingga semua syubhat yang ditujukan kepada Islam tidak pantas dijawab dengan emosi dan anarki, tetapi dengan jawaban yang ilmiah. Karena alangkah tidak bijaksana apabila melawan pemikiran tidak dengan pemikiran pula.

4. Sesuatu yang ilmiah adalah sesuatu yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dalam sebuah kajian ilmiah, seseorang tidak hanya dituntut untuk pandai beretorika. Melainkan juga mempertanggungjawabkan segala yang ia lontarkan.

Mengambil semangat dari para sahabat, tabiin dan generasi penerusnya, para ulama, ketika menyimpulkan sebuah hukum. Mereka sangat mencela orang-orang yang berijtihad murni dengan akal dan perasaan tanpa ada landasan dalil nash. Ketika merujuk kepada sebuah hadis pun tidak serta merta menerima seluruh hadis. Ada syarat rawi dan marwi yang harus dipenuhi. Pertanggungjawaban semacam inilah yang merupakan spirit keilmuan Islam.

5. Diskusi yang berkepanjangan kadang makan hati. Ketika sebuah paper yang kita presentasikan diserang dengan berbagai pertanyaan dan sanggahan dari aktifis kajian lain rasanya seperti dunia ini bertambah sempit. Tapi mengapa kita tidak mencoba menonjolkan sisi fastabiqu’l khairât-nya. Debat itu legal secara syar’i (lihat al-Nahl: 125). Debat dalam kajian bukanlah debat kusir atau debat dengan dasar emosi, gelap mata, tanpa manhaj yang hanya bertujuan melumpuhkan lawan debat. Kajian bertujuan mencari kebenaran dan hakekat dari sesuatu. Segala hal yang ada dalam kajian diarahkan untuk mencari kebenaran, termasuk juga perdebatan yang ada di dalamnya. Menggunakan dasar argumen yang kuat dan dengan etika yang telah diatur, maka ilmulah yang dihasilkan dari sebuah perdebatan di dalam kajian.

Aktifis kajian juga seorang manusia yang kadang merasakan suka atau benci. Kadang terjadi persaingan antar aktifis bahkan persaingan atar kajian. Namun sekali lagi, sisi fastabiqu’l khairât-lah yang selalu menonjol dalam kajian

6. Sebuah perkataan yang mulia menyebutkan bahwa apabila seseorang ingin mencari kebaikan, maka berkumpullah dengan mereka yang membawa kebaikan. Tujuan apa yang ingin didapat dari seorang aktifis kajian selain ilmu? Beberapa waktu penulis bergabung dengan sebuah kajian ilmiah terasa sungguh menyenangkan. Bersama orang-orang yang tulus ingin mencari ilmu dan berkomitmen kuat membuat diri seseorang terpengaruh. Ketika berkumpul dengan sesama aktifis kajian, rasanya tidak ada pembicaraan lain selain ilmu, buku baru, perpustakaan yang belum terjamah, persoalan baru yang terus muncul, dan berbagai hal ilmiah lainnya. Di waktu rehat usai kajian pun, obrolan santainya tidak jauh-jauh amat dari sana. Suasana pembicaraan hal-hal berbau duniawi pun sangat jauh dalam kelompok kajian, sehingga apabila disebut bahwa kajian itu murni keilmuan tidak berdampak apapun terhadap kualitas keimanan menurut subyektifitas penulis itu tidak tepat. Hal baru yang dibahas di kajian memberikan dampak baru bagi akal maupun hati.

Demikian sebuah catatan ringan aktifis kajian. Pilihan jalan hidup memang urusan pribadi masing-masing. Tapi bukankah kita semua selalu dituntut dan ingin untuk memilih yang terbaik?

==============

Tulisan ini terinspirasi dari catatan ringkas seorang kader Muhammadiyah, Aktifis MCIS (Muhammadiyah Center of Islamic Studies) PCI-Muhamamdiyah Kairo-Mesir yg berjudul "Mengapa tidak Mencoba Menjadi Seorang Aktifis Kajian?"

*********** Makasiee Uda Dibaca ***********